English Indonesian

Berita & Artikel

  • Vocational Webinar: Opportunities & Challenges of Vocational Education in Indonesia and Global

    • July 29, 2020
    • Posted By : Admin ibik
    • Comments Off on Vocational Webinar: Opportunities & Challenges of Vocational Education in Indonesia and Global

    Pada hari Rabu (29/07/2020) pukul 09.00 WIB, IBI Kesatuan Bogor menyelenggarkan Vocational Webinar dengan tema Opportunities & Challenges of Vocational Education in Indonesia and Global secara live melalui Zoom Meeting dan youtube IBI Kesatuan.

    Acara webinar diikuti oleh 1857 peserta yang berasal dari 7 negara, yaitu dari Belanda, Indonesia, India, Malaysia, Pakistan, Taiwan, dan Thailand. Baik itu organisasi profesi, akademisi, guru dan siswa-siswi SMA/K, mahasiswa/i IBI Kesatuan serta mahasiswa/i dari universitas di luar IBI Kesatuan, dan peserta lain dari luar negeri seperti berbagai latar belakang lainnya.

    Webinar ini menghadirkan Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd., Kepala LLDIKTI wilayah IV Jawa Barat dan Banten yang memberikan keynote speech. Para pakar, praktisi vokasi, dan tokoh sebagai narasumber yaitu Prof. Dr. Ir. Budiono, M.Si., ketua pengurus Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia dan juga Dekan Sekolah Vokasi Universitas Dipenogoro, Assoc. Prof. Ts. Dr. Abdul Rasid B. Abdul Razzaq, Dekan dari Fakultas Teknikal dan Vokasional dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, dan Jonathan Van Melle, Ph.D. selaku profesor dan peneliti sensitivitas antar budaya dari Universitas Avans. Webinar dipandu oleh Rita Fathiah, SS., Msc. selaku Master of Ceremony, serta moderator Bambang H. Rainanto, SPi., MM., SM., kepala program studi pariwisata IBI Kesatuan Bogor.

    Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor IBI Kesatuan, Dr. H. Iriyadi, Ak., M.Comm., CA. yang menyampaikan sekilas mengenai kondisi pertumbuhan ekonomi sampai tahun 2019 yang seketika banyak terhenti karena adanya wabah corona virus yang menyebar begitu cepat. “Sebagai pendidik dibalik semua fenomena ini tentunya ada hal positif, yaitu saat inilah waktu yang tepat untuk kita teliti Kembali berbagai hal, terutama bagaimana agar institusi pendidikan tinggi ini khususnya program studi vokasi dapat tetap konsisten mempertahankan kualitas proses belajar yang cocok dengan kebutuhan industri saat ini.”Jelas Bapak Iriyadi Beliau meyakini program studi vokasi di akan tetap menjadi peluang terbaik untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam hal penyediaan human resources yang memiliki keterampilan khusus dan siap bekerja dalam waktu studi yang relatif singkat.

    Setelah sambutan dari Rektor IBI Kesatuan, acara dilanjutkan keynote speech dari Prof. Dr. Uman Suherman, AS., M.Pd. yang berkaitan dengan teknologi informasi termasuk bagaimana perkembangan jenis pekerjaan yang semakin berkembang namun banyak lembaga pendidikan khususnya pendidikan vokasi yang angka penganggurannya semakin tinggi. Oleh karena itu, 1 hal yang perlu dipikirkan sebagai orang yang berkecimpung dalam pendidikan secara umum maupun vokasi secara khusus, maka beliau selalu mengingat aspek yang perlu kita perhatikan dalam diri kita, yaitu kepercayaan masyarakat.

    Pada pemaparan materi sesi pertama, Assoc. Prof. Ts. Dr. Abdul Rasid B. Abdul Razzaq membahas topik mengenai “Opportunities and Challenges of TVET in Malaysia” Beliau memaparkan bahwa TVET sendiri merupakan singkatan dari Technical and Vocational Education and Training, yang bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dalam bidang-bidang vokasional. Tujuan TVET diperkenalkan di Malaysia adalah untuk memenuhi permintaan industri dan menyumbang kepada pertumbuhan ekonomi, agar selaras dengan globalisasi, ekonomi, kemajuan teknologi, serta mobilitas tenaga kerja global.

    Pada pemaparan sesi kedua, Jonathan Van Melle, Ph.D. membahas topik mengenai tantangan dan peluang dari pendidikan vokasi di Belanda dan di luar negeri. Beliau menyampaikan bahwa bidang-bidang profesional menginginkan bahwa kita harus bisa menangani situasi sendiri, mengetahui perkembangan terakhir, serta menciptakan solusi untuk masalah yang tidak terduga. Beliau juga menyampaikan bahwa intercultural sensitivity sangat penting dalam pendidikan vokasi, karena selain membantu bisnis untuk berkembang, intercultural sensitivity juga sangat membantu untuk bisa belajar mengenai humanity survives.

    Prof. Dr. Ir. Budiono, M.Si. memaparkan materi pada sesi ketiga yang membahas topik mengenai “Vokasi Kuat Menguatkan Indonesia”. Beliau menyampaikan bahwa vokasi kuat menguatkan Indonesia merupakan tagline bagi vokasi di Indonesia. Tagline tersebut muncul sebagai suatu jiwa yang memunculkan semangat bagi seluruh vokasi di Indonesia untuk menjadi lebih kuat, serta lebih baik. Banyak hal yang beliau sampaikan mengenai pendidikan vokasi salah satunya yaitu mengenai permasalahan pendidikan vokasi bagi perguruan tinggi, industri, serta bagi masyarakat. Beliau mengatakan adanya suatu perbedaan pendidikan vokasi di masa lampau dengan masa sekarang. “Kita harus kembali ke jati diri vokasi, dimana kurikulumnya 30% teori, 70% praktek. Hal tersebut agar vokasi semakin kuat dan menjadi pilihan masyarakat, selanjutnya menguatkan kampus kita masing-masing. Baru setelah itu secara total vokasi akan menguatkan Indonesia.” Ujar Beliau

    Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Pertanyaan datang dari berbagai kalangan terutama terkait dengan vokasi, serta membagikan doorprize untuk 10 orang pemenang dengan pertanyaan terbaik di akhir acara.