English Indonesian

  • Kreativitas Mahasiswa S1 Biokewirausahaan IBI Kesatuan: Peluang Bisnis Tanaman Hidroponik di Tengah Pandemi

    • January 17, 2021
    • Posted By : Admin ibik
    • Comments Off on Kreativitas Mahasiswa S1 Biokewirausahaan IBI Kesatuan: Peluang Bisnis Tanaman Hidroponik di Tengah Pandemi

    Mahasiswa IBI Kesatuan, Haniel Victor Jayaputra, jurusan S1 Bio Kewirausahaan, menanam hidroponik sendiri di rumahnya. Hidroponik sendiri merupakan salah satu teknik menanam tanpa menggunakan tanah dan memanfaatkan media tertentu serta air yang diberi nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Hidroponik memiliki manfaat hasil tanaman yang lebih besar dan bebas dari pestisida.

    Namun, Haniel mengungkapkan bahwa tidak semua tanaman dapat ditanam menggunakan teknik hidroponik. “Jadi memang hanya tanaman ukuran kecil yang bisa ditanam di hidroponik, contohnya sayuran daun seperti pakcoy, bayam, kangkung, buah biasanya seperti tomat kecil (tomat cherry), dan buah yang agak kecil ukurannya. Jika ukurannya besar, bisa tumbuh tidak sempurna dan karena hidroponik wadah tanam (netpot) nya kecil, sehingga wadah tanam nya dapat rusak.” ungkapnya.

    Haniel pun mengatakan bahwa dia belum memiliki kesulitan yang cukup besar selama menanam hidroponik. “Untuk pakcoy dan kangkung, saya belum menemukan kesulitan yang cukup besar, tapi untuk bayam, saya pernah 2 kali gagal semai. Mungkin karena faktor cuaca dan hama.” katanya.

    “Untuk tanaman hidroponik yang sudah pindah tanam ke rak pembesaran, yang harus diperhatikan adalah air nutrisi nya serta mengecek daun tanaman secara berkala untuk mencegah hama.” lanjutnya.

    Haniel juga memberikan cara proses menanam hidroponik. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu potong Rockwool ke ukuran 2,5 cm X 2,5 cm lalu letakkan pada tempat semai, biasanya Haniel menggunakan nampan. Lalu basahi Rockwool dengan air minum biasa. Lubangi setiap Rockwool sesuai dengan tanaman yang akan ditanam. Untuk pakcoy, 1 Rockwool = 1 lubang. Untuk Kangkung, 1 Rockwool = 5 lubang. Letakkan 1 biji tanaman ke dalam setiap lubang tersebut. Tutup atau letakkan Rockwool yang sudah ada bijinya di tempat gelap supaya mempercepat proses pecah biji menjadi kecambah.

    Setelah dua hari, buka tutup tersebut dan letakkan tempat semai di tempat yang terkena cahaya matahari, tetapi jangan terlalu lama. Biasanya sekitar 2-3 jam terkena matahari per harinya. Jangan lupa untuk memberi air nutrisi (AB Mix) dengan takaran 1 liter air : 3mL pupuk A dan 3mL pupuk B. Air nutrisi harus selalu menggenang di tempat semai tetapi tidak menenggelamkan Rockwool nya (hanya setengah ketinggian Rockwool saja). Setelah seminggu di tempat semai, tanaman tersebut siap dipindah tanam ke rak pembesaran.

    Haniel berharap dengan menanam hidroponik sendiri di rumah, usaha hidroponiknya bisa berkembang dan bisa membuat greenhouse sendiri. Haniel juga berharap semoga masyarakat di Indonesia bisa lebih sering mengkonsumsi sayur dan buah untuk menjaga kesehatan. Selain itu, Haniel juga bersyukur bisa kuliah di IBI Kesatuan sehingga usahanya dapat lebih dikembangkan lagi, khususnya dalam pemasaran produk secara digital. S1 Bio kewirausahaan di IBI Kesatuan memberikan tambahan pengetahuan untuk Haniel dalam mengembangkan usahanya.

    Haniel pun memberikan pesan untuk para mahasiswa baru jurusan S1 Bio Kewirausahaan IBI Kesatuan. “Mari belajar dengan serius di jurusan S1 Bio Kewirausahaan dan jangan takut memulai usaha / bisnis. Karena di IBI Kesatuan, kita diajarkan cara membuka usaha mulai dari aspek hukumnya hingga pemasaran produk yang kita hasilkan. Jadi teman-teman, jangan takut gagal dan tetap semangat selama menempuh kuliah di IBI Kesatuan karena kita akan belajar, gaul, cepat kerja, dan jadi pengusaha!” imbuhnya.

    Dengan memiliki kebun tanaman hidroponik, kamu bisa memanen sayur sendiri yang pastinya lebih sehat karena tidak menggunakan pestisida, lho. Kantong aman, tubuh pun lebih sehat!

    Jadi, kapan mau mulai membuat kebun tanaman hidroponik sendiri seperti Haniel?

    Penulis: CC*